Selasa, 26 Mei 2015

Lebih Baik Begini

Bukan kalimat pembenaran, "Lebih Baik Begini" bukan sekedar kalimat untuk melukiskan kekecewaannya terhadap hal yang tidak sejalan. Begitu banyak hal yang tidak dapat terucapkan, apalagi tersampaikan. Jika untuk mengucapkannya saja lidah ini berat, apalagi untuk menyampaikan kepadanya? Entahlah...Namun ini bukan semata-mata kalimat yang aku tujukan kepadanya.. "Lebih Baik Begini" bukan hanya sekedar itu, kalimat tersebut juga yang mewakiliku untuk mendeskripsikan betapa "EMBUH'nya diriku saat ini. Embuh dengan situasi kerjaan yang semakin menyita banyak fikiran dan tenaga, hingga Embuh dengan kenyataan bahwa memang inilah ujian dari Tuhan di tengah titik balik bangkit hidupkun dari keterpurukan beberapa waktu lalu. Lalu kenapa mesti "Lebih Baik Begini"? Aku telah melewati malam yang berat semalam. Setelah merenung dan mengadu pada Tuhan semalam, pagi tadi ketika ku membuka mata tersadar bahwa mungkin keadaan begini yang terbaik untuk hidupku sekarang. Itulah sebabnya malam ini aku semakin meyakini bahwa memang "Lebih Baik Begini"..

Lebih baik begini untuk dia yang semakin menjauh, mungkin memang kami harus dihadapkan pada situasi ini. Mungkin ini juga pertanda bahwa ke depan kami akan semakin menjauh, jauh dalam arti jarak pula. jadi, yakini saja ini pasti pilihan terbaik Tuhan untuk kami, terlebih untuk diriku sendiri. kini kudu mulai berlatih lagi cara melepaskan, mulai menerima untuk perlahan melepaskannya. Sebab, memang ternyata diantara kami sudah tidak saling "membutuhkan". Itulah kenapa lebih baik begini. Ya, lebih baik kualitas relasi kami seperti ini. Biar ketika nanti kami memang benar2 terpisah, kami sudah selesai dengan diri masing-masing..

Lalu, lebih baik begini pula untuk banyak hal-hal lain yang ujug2 jadi mencekik. Mulai dari urusan kantor hingga persoalan komunitas. Lucu juga, sih.. Why always me? (Minjem istilahnya Balotelli) hahaha... Dan sekali lagi setelah malam yg berat semalam, now I realized why why always me? Ada dua hal yang ku dapat pagi tadi. Pertama, aku yakin ini pasti jalan Tuhan melatih diriku untuk jadi pribadi yang lebih tangguh. Pribadi yang harus lebih siap jika sewaktu-waktu dihadapkan pada tanggung jawab yang lebih tinggi. Bahwa kata Tuhan, ia menciptakan manusia untuk menjadi Khalifah di bumi. Petikan ayat yang tidak lekang di makan zaman. Aku semakin yakin bahwa keadaan ini yang harus kulalui sekarang. Kedua, aku yakin dengan legowo menerima keadaan ini, ke depan semoga semakin diberi kemudahan dan dibukakan pintu-pintu lain oleh Tuhan untuk lembar jalanku. Pintu-pintu yang bisa jadi lumbung ibadahku, pintu-pintu yang bisa ku masuki untuk mencari Ridho-Mu. Dua hal ini lah yang ku dapat pagi tadi dan membuatku tersadar bahwa memang lebih baik begini. Ya, lebih baik ini kujalani bukan sebagai beban yang menghambat, tetapi sepatutnya ini ku jalani dengan penuh kesungguhan. Sebab, aku yakin banyak hal baik yang akan ku dapat setelah ini. So, memang "Lebih Baik Begini"...

Senin, 25 Mei 2015

Bukan tentang NIKAH

Baiklah, Its been so long aku gak ngeblog. Ya, terakhir aku ngeblog dulu banget jaman masih putih abu2. Masih jelas terngiang betapa dulu aku ternyata pernah Alay, hahaha.. Sudahlah, lupakan! Lagipula blog alay itu sudah ku hapus.. Sebab, bener2 memalukan isi blog itu, isinya mulai dari kisah cinta hingga umpatan-umpatan alay yang sungguh labil. Hahaha, biarlah masa alay itu cukup ditutup dan mari buka lembaran baru. Lembaran baru denganmu, halah muali deh alaynya. Hahaha..

Hmm.. Sebenernya aku gak ngilang juga sih dari dunia blogger. Dua tahun berjalan ini aku ngadmin blog buatan kantor. Sebuah blog dari hasil tulisan warga yang kami wadahi dan upload ke masyarakat luas dan mass media. Hanya saja, sayang akhir-akhir ini semangat warga atau bahasa kerennya Citizen Journalism ini semangatnya "loyo" buat nulis. Okay, sepertinya mereka perlu kami undang lagi buat dikasih Refreshment Materi. Tunggu tanggal mainnya kawan2, insyaallah habis lebaran ini yak. Semoga...

Dannn... Kini aku kembali berceloteh di Blog sebagai representasi diriku sendiri, bukan ngadmin lagi, Lama-lama cape ngadmin, bayangin saat ini aku pegang 6 akun sosmed, menyebalkan bukan? Hahaha malah curhat. But, its okay.. Kudu terus semangat pokonya,,

Kembali ke laptop, eh ngeblog.. Ya, ini beneran AKU yang ngeblog. Fitra Ardianto, lajang berusia 23 tahun yang udah kebelet nikah, insyaallah 2 tahun lagi, mohon doanya. Hahaha Padahal belom jelas calonya siapa. Namun, bukan tentang nikah yang ingin aku tulis di blog usangku ini yang lama tak ku jamah. Ini tentang diriku sendiri yang akhir-akhir ini kembali diterpa gejolak kehidupan, cie elah gejolak, hahaha. Entah kenapa disaat sebenernya beberapa saat lalu aku sudah mulai bangkit dari keterpurukan, menjadi seorang Fitra yang baru, tiba-tiba ini ujug2 mak brek datang lagi seabrek cobaan. Oh, Tuhan memang asyik.. Aku diuji di tengah karirku yang menanjak.. Aku kembali diuji di saat aku mulai menemukan titik balik diriku buat menapaki tangga kejayaan. Beginilah kehidupan, seorang hamba hanya bisa terus berusaha legowo sambil bilang ikhlaskan pasrahkan dan sabar. Just be sure, ini pasti gejolak yang akan membuat diriku menjadi pribadi yang lebih kuat. So, terus semangat pokonya.. hahaha

Jujur, alesan terkuatku nulis blog ini adalah wujud kefrustasian diri yang sudah tidak ada lagi someone to rely on. Sepeninggal kekasih yang paling ku sayang akhir 2013 lalu, aku belom menemukan lagi seseorang yang benar2 bisa buatku bersandar. Memang beberapa saat pasca ditinggalkan kekasih waktu itu, aku menemukan teman cerita yang baru, tapi entah kenapa tetep belom bisa sepenuhnya aku serahkan diriku padanya. Apalagi, akhir2 ini keraguanku terhadapnya semakin membuncah, ahhh... sudahlah. Hahaha..

Ikhalaskan... Pasrahkan... dan Sabar... !!!

Okay, di ujung jalan ini (bukan lagu), di ujung tulisan ini aku pengen berbagi satu hal kepada kawan2. Bahwa memang benar semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang menerpa. So, hal besar yang bisa diambil dari petikan klasik itu adalah teruslah bertahan di tengah situasi badai sekalipun. Meskipun nanti diri kita tumbang atau pun jatuh ke bawah dan merasakan sakit, tetap berpasrahlah dan terus kuat bertahan. Bukan sesakit apa kita jatuh, tetapi seberapa keras usaha kita buat bangkit dari kesakitan itu. Insyaallah, kebangkitan itu hanya perkara waktu, cepat atau lambat kita akan kembali on the track. So, keep the fire on guys. Sekali lagi terus semangat pokonya..

Pas, pukul 00. Mari sejenak pejamkan bara. Sampai bertemu di celotehanku yang ga jelas berikutnya. Selamat tidur !